Wanita Idaman (2)

Lagi-lagi bahas wanita, hahaha

Wanita adalah berkah Tuhan yang terbaik ketika Ia mampu mengindahkan dirinya. Saya tidak akan berbicara kecantikan pada wanita, mereka punya keindahannya masing-masing, itupun kalau mereka mampu mengenali dan mengekspresikannya.

Harta, tahta atau wanita? Dengan segera dan lantang akan saya jawab, wanita. Ya ya ya, wanita yang baik akan mengantarkanmu pada harta yang baik dengan cara yang baik. Wanita yang baik akan menemanimu menjalankan tahta dengan baik dan menjadi pengingat bukan penghasut. Paling utama adalah pesona dari wanita itu sendiri, Saya selalu mengagumi pesona.

Masa Puber pernah membuat Saya berpikiran (bisa dikatakan berkhayal) untuk mencari pasangan seorang penari balet. Kenapa? Karena penari balet itu anggun, seorang pejuang dan stabil (mungkin tenang). Lalu makin kesini (maksudnya makin tua) Saya menyadari sesuatu. Bukan penari balet yang Saya cari tapi seorang wanita yang punya sentuhan seni. Mau itu penari, penyanyi, pemain musik, pelukis, pematung, pemasak :D, atau aktivitas apapun yang selalu dilakukan dengan sentuhan seni yang mereka miliki. Seni selalu berbicara keindahan. Wanita yang punya sentuhan seni akan selalu berusaha mengeluarkan keindahan yang dimilikinya. Saya suka keindahan. Saya selalu mengagumi keindahan.

Lebih jauh lagi, seorang wanita yang punya sentuhan seni mau tidak mau harus peka agar mampu memberikan porsi yang pas. Keindahan selalu menuntut porsi yang pas yang disesuaikan. Peka akan membuatnya mampu memperlakukan orang lain dengan pas (baik). Mampu menyesuaikan diri. Seni menuntut kreatifitas, mungkin juga memberikan kreatifitas. Kreatifitas membuat seseorang untuk terus berkembang menjadi lebih baik dan itu bagus.

Sebenarnya masih banyak yang ingin Saya tulis, tapi capek, aslinya sih malas.
Oh iya, wanita yang punya sentuhan seni selalu punya cara pandangan yang bagus. Baik untuk menilai atau memutuskan.
Silahkan berbagi keindahan, Saya selalu mengagumi keindahan. Eits, tapi Saya tahu yang mana milik Saya, Kamu juga harus tahu di mana tempamu.

Lubang

Setiap orang pasti punya lubang dihatinya
Tidak ada pilihan untuk menambal
Hanya membuatnya terasa mengganjal

Kalau Aku,
Aku akan membiarkan lubang itu seperti aslinya
Lubang yang muncul entah karena apa atau karena siapa
Ku biarkan tetap seperti aslinya

Banyak yang jatuh berulang kali
Lalu mereka menambalnya
Menggali lubang baru untuk menutup lubang lainnya
Bahkan ada yang tidak ragu menggali lubang di hati orang lain
Hanya untuk menutup lubangnya sendiri

Kalau Aku?
Aku suka menertawakan
Bagaimana bisa lubang itu tergali
Jika harus melewatinya lagi
Aku akan berjalan dan melompatinya
Mungkin juga sambil berlari
Juga sambil tertawa pastinya
Kalau memang lubang itu terlalu luas
Maka Aku akan mengitarinya
(Makassar, 5 Oktober 2017)

Aku tak pernah tahu jalan mana yang harus ditempuh
Tapi Aku tahu kemana harus ku tuju
Jalan Pulang
Aku selalu ingin pulang
(Yogyakarta, 12 Juni 2017)

Hati tak selalu pasti
Hati tak punya ciri untuk dicari
Hati hanya ingin mencari lebih
Hati tak pernah mau berbagi
Hati tak pernah mau sendiri

Aku orang yang punya mata
Melihat yang ada
Mencari yang tak ada
Aku mencintai pesona
Tak peduli punya siapa
Aku hanya mendamba
(Yogyakarta, 16 Februari 2017)

Terlalu banyak menyimpan rahasia
Terlalu sering melempar curiga
Main aman, orang diserang
Katanya bertahan, senjata dikokang
(Yogyakarta, 5 Desember 2016)

Aku dan Saya

Hahaha, saya ingin memulai tulisan ini dengan tertawa. Mungkin jika ada yang membaca, kalian akan melihat ketidakkonsistenan penggunaan 'aku' dan 'saya' dalam setiap tulisan. Saya sendiri baru menyadarinya sekarang.

Mood. Kata itu sangat berpengaruh pada setiap aktivitas yang saya lakukan. Termasuk pada saat menulis. 'Aku' akan digunakan ketika ada sesuatu yg berkecamuk dalam pikiran atau dalam hati, ketika menuliskan kegelisahan atau curhat-curhat tersirat. Sedangkan 'Saya' digunakan ketika ada kenyamanan yang ingin saya tuangkan ke dalam tulisan atau hal-hal yang saya sudah berdamai dengannya.

Selain alasan itu, ada tulisan yang hanya sesuaikan nadanya ketika menggunaka 'aku' atau 'saya'.

Terima kasih

Nikmati

Tekad bulat menuju jalan panjang
Yang berkutat tak pernah tenang
Diralat, ditentang
Dibuat dengan bersenang-senang
(Jogja, 30 November 2016)

Siapa punya mimpi
Siapa yang miliki
Mimpi untuk orang-orang yang berlari
Tak tidur dan terus berapi
Mencari dengan hati
Untuk bisa digapai
Ditempat yang paling tinggi

Mimpi berteman malam bukan berarti kelam
Beribu jalan sudah disulam, bersiap menuju makam
(Jogja, 24 November 2016)

Pagi ini masih ku cari
Aku yakin masih disini
Berharap sesuatu yang pasti
Aku tak akan lari
Aku punya mimpi
(Jogja, 24 November 2016)

Hahaha

Ah sial, ini apa?
Perasaan ini tak bisa diterka
Dicaripun tak akan jumpa
Aku tak ingin hidup merana
Yang isinya hanya tanda tanya
Ingin mati saja?
Hahaha,
Aku tidak seperti mereka
Yang suka kabur ke alam baka
(Jogja, 24 November 2016)

Makassar

Siang hari yang sangat panas. Hari ini adalah hari ke-10 saya berada di kota ini, Dan sekarang menjelang pukul 2 siang.

Makassar..

Dulu saya sangat ingin mengunjungi kota ini. Sejak kecil sepasang kuping yg tumbuh di kepala selalu saja siap menampung cerita tentang Makassar. Ada versi saya sendiri tentang kota `bambang' ini dan itu sangat sejuk dengan taman-taman dan bukit-bukitnya indah. Gambaran ini terus melayang dan tumbuh dalam otak.

Akhirnya, harus selalu ada sisi yang dinikmati dari setiap perjalanan. Termasuk waktu yang membawa seorang anak yg selalu punya khayalan dan harus menghadapi kenyataan. Setiap hal yang diciptakan Tuhan akan terus hidup, berkembang dan berubah.

Kota ini, saya harus hidup minimal 3 bulan disini. Dirumah seorang kawan bernama Didit, bersama Mama dan Papanya. Setiap malam kakak-kakaknya bersama istri dan anaknya akan datang untuk makan malam bersama. Dan saya senang berinterkasi dengan mereka. Saya suka ketika diterima oleh orang lain. Skip..

Kota ini unik, kota yang berjalan khidmat dengan aturan tak tertulis agar bisa bertahan di jalan raya. Bukan , bukan bertahan, tapi bisa terlepas dari jeretan jalan raya. Disini bukan saja macet, tapi jika intuisimu mati kamu aka terjebak selamanya, mungkin juga mati.

Entahlah.. Sepertinya akan ada banyak cerita dari kota ini jika saya konsisten untuk menuliskannya.

Wanita Idaman

Kenapa judulnya begitu? Karena aku laki-laki. Hahaha

Setiap orang mau itu laki-laki atau perempuan memiliki sosok ideal yang dia harapkan untuk menjadi pasangannya. Lalu apakah semuanya akan sesuai? Ya tergantung kesabaran dan keberuntungan yang dia punya.

Kalau ada yang bertanya wanita idaman ku seperti apa, akan aku jawab dengan cepat dan sederhana, cerdas. Kalau dijabarkan akan sangat panjang dan membosankan, dan tentu saja akan dijelaskan dengan sangat klise. Kenapa begitu? Ya karena semua laki-laki tentu saja menginginkan ini.

Tapi jujur saja aku merasa malas untuk menjelaskan jadi langsung ke intinya saja. Cerdas yang aku harapkan adalah wanita yang cerdas membuat laki-lakinya merasa nyaman.

Orang Tua

Aku tidak ingin membandingkan orang tua mana yang lebih baik bahkan antara kedua orang tua ku sendiri. Antara Ayah dan Ibu ku sendiri. Mereka semua punya cara, gaya, kepedulian, dan perjuangannya masing-masing untuk anak-anaknya. Yang aku tahu orang tua ku adalah orang tua terbaik yang ada di alam semesta. Ibu terbaik. Ayah terbaik.

Aku, Kami sebagai anak-anaknya diberi seluruh kebahagian yang mereka miliki dan mereka hanya membagi secuil kesusahan, kegelisahan, dan kesakitan yang mereka rasakan agar anak-anaknya belajar bahwa hidup itu tak selalu bahagia.

Sekali lagi. Orang tua ku adalah orang tua terbaik. Mungkin orang tua mu juga, tapi itu buat mu, aku tidak tertarik. Sudah punya yang lebih.

Yang Harus Diselesaikan

Pagi hari, duduk di depan kamar, melihat ke arah jalan. Terlalu banyak kendaraan yang melewatinya. Aku senang melihat mereka, senang melihat orang-orang pergi ketujuannya. Ya, setidaknya mereka  punya tujuan. Walau mungkin habis itu mereka bingung mau kemana lagi. Aku? Aku seorang pemuda 24 tahun yang selalu punya banyak harapan juga mimpi. Sangat banyak. Terlalu banyak. Semuanya ingin ku capai, tapi tak tau harus yang mana dulu.

Lihat sikon. Klasik memang tapi itu selalu jadi tameng agar harapan ku tidak mulai retak. Aku ingin semuanya, ku mulai satu per satu, ku mulai jalannya, ku lalui jalannya. Tapi di setiap jalan selalu ada pemandangannya masing-masing. Terkadang membuat ku berhenti sejenak untuk menikmatinya. Terkadang aku memutuskan untuk mencari peraimpangan. Mungkin saja ada yg lebih keren di sana. Keren? Buat ku pribadi keren adalah kasta tertinggi dari keindahan. Mungkin juga kenikmatan. Sejelek apapun sesuatu itu akan selalu ada sisi kerennya. Tergantung dari sisi mana memandangnya. Tergantung cara menikmatinya.

Aku punya banyak mimpi yang menurutku itu akan keren. Jujur saja, keren itu berat. Banyak orang yang akan membuat mu gelisah. Ternyata aku bukan yang sepercaya diri itu. Hoho tapi itu dulu. Sekarang mau tidak mau mimpi-mimpi itu harus diwujudkan. Aku sudah terlanjur bermimpi dan Aku tidak mau semuanya terlanjur begitu saja. Aku harus mulai dari mana? Aku mulai dari tulisan ini, menyelesaikan kembali hal-hal kecil yang sudah aku abaikan.


Hari ini adalah hari Jumat yang jumat minggu depannya adalah Idul Adha dan Aku mau bakar-bakar daging dijadiin sate kalau dikasi. Kalo nggak dikasi mungkin beli sendiri kalau ada uangnya.


Sepertinya sudah siang. Selamat siang. Aku harus siap-siap.