Pagi hari, duduk di depan kamar, melihat ke arah jalan. Terlalu banyak kendaraan yang melewatinya. Aku senang melihat mereka, senang melihat orang-orang pergi ketujuannya. Ya, setidaknya mereka punya tujuan. Walau mungkin habis itu mereka bingung mau kemana lagi. Aku? Aku seorang pemuda 24 tahun yang selalu punya banyak harapan juga mimpi. Sangat banyak. Terlalu banyak. Semuanya ingin ku capai, tapi tak tau harus yang mana dulu.
Lihat sikon. Klasik memang tapi itu selalu jadi tameng agar harapan ku tidak mulai retak. Aku ingin semuanya, ku mulai satu per satu, ku mulai jalannya, ku lalui jalannya. Tapi di setiap jalan selalu ada pemandangannya masing-masing. Terkadang membuat ku berhenti sejenak untuk menikmatinya. Terkadang aku memutuskan untuk mencari peraimpangan. Mungkin saja ada yg lebih keren di sana. Keren? Buat ku pribadi keren adalah kasta tertinggi dari keindahan. Mungkin juga kenikmatan. Sejelek apapun sesuatu itu akan selalu ada sisi kerennya. Tergantung dari sisi mana memandangnya. Tergantung cara menikmatinya.
Aku punya banyak mimpi yang menurutku itu akan keren. Jujur saja, keren itu berat. Banyak orang yang akan membuat mu gelisah. Ternyata aku bukan yang sepercaya diri itu. Hoho tapi itu dulu. Sekarang mau tidak mau mimpi-mimpi itu harus diwujudkan. Aku sudah terlanjur bermimpi dan Aku tidak mau semuanya terlanjur begitu saja. Aku harus mulai dari mana? Aku mulai dari tulisan ini, menyelesaikan kembali hal-hal kecil yang sudah aku abaikan.
Hari ini adalah hari Jumat yang jumat minggu depannya adalah Idul Adha dan Aku mau bakar-bakar daging dijadiin sate kalau dikasi. Kalo nggak dikasi mungkin beli sendiri kalau ada uangnya.
Sepertinya sudah siang. Selamat siang. Aku harus siap-siap.
Tidak ada komentar