Orang Tua

Aku tidak ingin membandingkan orang tua mana yang lebih baik bahkan antara kedua orang tua ku sendiri. Antara Ayah dan Ibu ku sendiri. Mereka semua punya cara, gaya, kepedulian, dan perjuangannya masing-masing untuk anak-anaknya. Yang aku tahu orang tua ku adalah orang tua terbaik yang ada di alam semesta. Ibu terbaik. Ayah terbaik.

Aku, Kami sebagai anak-anaknya diberi seluruh kebahagian yang mereka miliki dan mereka hanya membagi secuil kesusahan, kegelisahan, dan kesakitan yang mereka rasakan agar anak-anaknya belajar bahwa hidup itu tak selalu bahagia.

Sekali lagi. Orang tua ku adalah orang tua terbaik. Mungkin orang tua mu juga, tapi itu buat mu, aku tidak tertarik. Sudah punya yang lebih.

Yang Harus Diselesaikan

Pagi hari, duduk di depan kamar, melihat ke arah jalan. Terlalu banyak kendaraan yang melewatinya. Aku senang melihat mereka, senang melihat orang-orang pergi ketujuannya. Ya, setidaknya mereka  punya tujuan. Walau mungkin habis itu mereka bingung mau kemana lagi. Aku? Aku seorang pemuda 24 tahun yang selalu punya banyak harapan juga mimpi. Sangat banyak. Terlalu banyak. Semuanya ingin ku capai, tapi tak tau harus yang mana dulu.

Lihat sikon. Klasik memang tapi itu selalu jadi tameng agar harapan ku tidak mulai retak. Aku ingin semuanya, ku mulai satu per satu, ku mulai jalannya, ku lalui jalannya. Tapi di setiap jalan selalu ada pemandangannya masing-masing. Terkadang membuat ku berhenti sejenak untuk menikmatinya. Terkadang aku memutuskan untuk mencari peraimpangan. Mungkin saja ada yg lebih keren di sana. Keren? Buat ku pribadi keren adalah kasta tertinggi dari keindahan. Mungkin juga kenikmatan. Sejelek apapun sesuatu itu akan selalu ada sisi kerennya. Tergantung dari sisi mana memandangnya. Tergantung cara menikmatinya.

Aku punya banyak mimpi yang menurutku itu akan keren. Jujur saja, keren itu berat. Banyak orang yang akan membuat mu gelisah. Ternyata aku bukan yang sepercaya diri itu. Hoho tapi itu dulu. Sekarang mau tidak mau mimpi-mimpi itu harus diwujudkan. Aku sudah terlanjur bermimpi dan Aku tidak mau semuanya terlanjur begitu saja. Aku harus mulai dari mana? Aku mulai dari tulisan ini, menyelesaikan kembali hal-hal kecil yang sudah aku abaikan.


Hari ini adalah hari Jumat yang jumat minggu depannya adalah Idul Adha dan Aku mau bakar-bakar daging dijadiin sate kalau dikasi. Kalo nggak dikasi mungkin beli sendiri kalau ada uangnya.


Sepertinya sudah siang. Selamat siang. Aku harus siap-siap.

LANJUT(IN)

Akhirnya punya keinginan lagi buat lanjutin blog ini. Setelah iseng-iseng nyari aplikasi blogger di playstore dan ternyata ada.

Setelah 2 tahun blog ini dibuat baru ada postingannya. Ya tidak harus dipermasalahkan, selama masih ada keinginan dan tidak lupa email serta passwordnya. Kalau dihitung-hitung sih sebenarnya saya sudah punya sekitar 6 blog yang semuanya hanya berisi beberapa postingan, lama nggak dibuka terus lupa password juga email-nya jadinya bikin baru lagi. Semoga yang ini tidak. Apa lagi sekarang sudah bisa lewat android jadi nggak perlu repot bawa laptop kemana-mana kalo mau ngisi blog.

Ya semoga selalu ada semangat buat nulis.

LAUNCHING

            Hari ini hari Senin, 7 April 2014 tepat dua hari sebelum pemilu anggota DPR RI, DPRD, dan DPD saya meresmikan kantongmata.blogspot.com sebagai blog.

            Mungkin saya sempat bertanya pada diri saya sendiri kenapa saya menggunakan kantongmata sebagai nama blog saya, nama kantongmata saya pakai dengan tujuan  kantongmata akan menjadi kantong yang akan menampung semua yang mata saya lihat, sebenarnya bukan cuman mata, tapi apa yang otak saya pikirkan, hati saya rasakan, dimana sebenarnya semuanya itu berawal dari mata. Pusing bacanya? Kebanyakan sayanya? Ini bukan gejala narsis, beneran.

            Lanjut.. mungkin saya bertanya lagi, kenapa namanya nggak kantongotak? Mungkin buat nama makanan lebih cocok, terus disiram kuah gulai kental terus dijual di rumah makan padang terus dimakan mahasiswa ditanggal muda terus pas tanggal tua mikir-mikir dulu kalo mau makan terus makan yang murah-murah terus makan hati terus makan sabun, makan sabun? Itu tikus, tikus makan sabun lagu jaman dulu jaman masih kecil jaman sekarang tikus makan uang, duduk di sofa pake headset nontop bokep terus bobo terus mimpi basah terus buang di pojok kantor, eh dibuang apa ditampung ya? Ditampung sama asistennya, malah bokep, hahaha. Lanjut.. benerannya gitu.

            Lanjut lagi.. mungkin saya bertanya lagi dan lagi, kenapa namanya nggak kantonghati? Karena itu alay, beneran. Sekian..